‘Air Golkar’ Melawat Dahaga Warga - FloresMerdeka

Home / Bumi Manusia / Feature

Senin, 12 Oktober 2020 - 15:43 WIB

‘Air Golkar’ Melawat Dahaga Warga

Distribusi air bersih-Mobil Golkar distribusi air bersih bagi warga di salah satu Kampung di Manggarai Timur saat musim kemarau. Foto/Dokumentasi DPD II Golkar Matim

Distribusi air bersih-Mobil Golkar distribusi air bersih bagi warga di salah satu Kampung di Manggarai Timur saat musim kemarau. Foto/Dokumentasi DPD II Golkar Matim

BORONG, FLORESMERDEKA.COM-Kiprah Partai Golkar pada tahun-tahun awal di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) boleh dikatakan mencapai puncak keemasan. Berhasil menghantar  Drs. Yoseph Tote, M.Si- Agas Andreas, S.H,M.H menjadi Bupati-Wakil Bupati Manggarai Timur dua periode (2008-2013/2013-2018). Prestasi tersebut semakin ‘sempurna’ karena Ketua DPD II Golkar, Yohanes Nahas, ST rebut kursi Ketua DPRD setempat.

Tetapi itu jelajah nostalgia politik Golkar Matim beberapa tahun lalu. Belakangan ini ‘rimbunan daun beringin’ itu sedikit meranggas. Selain gagal pertahankan tradisi memenangkan ‘perkelahian’ politik merebut kuasa di Matim, pasukan pendukung di lembaga Dewan pun susut. Hal itu, tentu, bukan semata kecelakaan politik. Atau ‘pancaran cahaya’ pengabdian Partai Golkar sudah  redup. Tetapi seribu soal menyelimut di baliknya.

Namun kepak sayap pelayanan sosial tetap mendarat eksis. “Dahan” kontribusi kian melebar. Terus memberi tempat teduh bagi masyarakat. Golkar Matim selalu dalam spiritualitas ini “menjenguk yang lemah, menjemput yang papah”

Dalam semangat itulah Golkar Matim tidak sebatas ‘bertempur’ meraih kekuasaan, tetapi selalu ‘mengsinikinikan’ aroma visi-misinya. Aura-energi pengabdian politik beretika, berenergi dan berdaya ungkit.

Bukan Merawat Citra

Bukan perkara kepentingan kuasa semata, tetapi konkretisasi misi keberpihakan partai. Karena itu Golkar Matim selalu menukik kompleksitas persoalan kemasyaratan. Misalnya ketika pandemi Covid-19 melanda, Golkar Matim jadi partai politik pertama yang datang menghangatkan sejumput harapan. ‘Menjenguk’, seraya mengulurkan bantuan. Bukan tentang banyaknya bantuan-non multa set multum. Tapi tanggung jawab moral dan kepedulian, keberpihakkan dan bela rasa.

Tercatat 29 puskesmas  yang tersebar di Matim  disambangi. Menyerahkan  APD berupa 10  coveral, 50 lembar masker dan dua unit seal  face bagi petugas medis di sejumlah puskesmas tersebut. Menyerahkan 100 paket sembako bagi KK miskin dan 60 paket makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.

“Bantuan itu tanpa balutan politis. Bukan pula dalam rangka merawat citra Golkar agar tetap akrab di hati rakyat.Tetapi semata-mata jabaran semangat partai. Murni-utuh menjalankan visi-misi partai yang terkoneksi secara berjenjang,” jelas  Ketua DPD II Golkar Matim, Silvester Reamur, SE.

Ketua DPD II Golkar Matim, Silvester Reamur saat menyerahkan APD bagi petugas medis di salah satu puskesmas di Manggarai Timur

Karena itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur, Boni Hasudungan, memberi atensi luar biasa atas partisipasi Partai Golkar. “Bantuan ini  membuktikan kontribusi positip Partai Golkar dalam upaya pencegahan Covid-19 di Manggarai Timur,” ujarnya.

Tidak hanya itu, titik bidik uluran sosial Partai Golkar berujud dalam beragam pelayanan. Salah satu  yang berlangsung sejak tahun 2014 hingga kini adalah air minum bersih. Ketika panas panjang ‘menampar ’ wilayah Matim, Golkar ‘melawat’, menjenguk seraya mengulurkan kasih. Dahaga  warga akan  air bersih tercukupi. “Air Golkar” jadi pemuas ketika haus mencekik tenggorokan.

 Adalah Ndeng-sapaan manis Ketua Golkar Matim  yang empunya gagasan itu. Bersama pengurus DPD II Golkar ‘beranjangsana’ dengan mobil tangkinya. Mobil tangki bertulis, “Dari Golkar Untuk Manggarai Timur, menerobos kampung-kampung. Mulai dari Kampung Pau, Ngangat, Watu, Rimon, Kakang, Toge, Warunau, Mesi, Podol, Sola, Ranameti, Rasan, Kower, Koki, Mnering, Munde, hingga Lewe dan beberapa kampung lainnya.

“Kampung-kampung lain saya sudah lupa. Pokoknya sejak tahun 2014. Setiap musim kemarau mobil tangki operasi,” ujar Reamur, Sabtu (10/10/2020).

Dia menjelaskan, pembagian air bersih merupakan salah satu bagian dari kegiatan amal Partai Golkar. Bantuan tersebut, lanjutnya, bukan jadi  monopoli  warga  selatan, tetapi berlaku untuk semua kampung-kampung di Manggarai Timur. “Kecuali jika medan terlalu sulit dijangkau kendaraan, praktis tidak bisa layani. Sebab mobil tangki angkut air bersih  berisi di atas 5000 liter,” katanya. 

Diceritakan, awal mula tergerak untuk bantu air bersih ketika melihat ibu-ibu  pikul jerigen air saat pulang dari kebun. Realitas ini, dalam kacamata Golkar sangat mengganggu serentak mendorong untuk sikapi. Karena itu sejak tahun 2014 Golkar Matim ‘melawat’ kampung-kampung seraya distribusi air bersih bagi masyarakat di titik-titik kritis. 

“Bantuan air bersih akan berlangsung terus ke depan ketika musim kemarau tiba. Warga diminta siapkan jerigen, ember bak atau media lain untuk tampung air. Apabila kebutuhan instalasi air bersih dari rumah ke rumah sudah terlayani, maka Golkar akan jedah kegiatan sosial ini sambil amati kondisi selanjutnya,” katanya.

Seorang ibu tua di Kampung Ruan sedang menunggu giliran air dari Partai Golkar. Foto/Dokumen II Golkar Matim

Maria Mamis Jani, warga yang merasakan air bersih Partai Golkar mengaku bangga dan senang. Sebab ketika musim panas tiba berikut pesta-pesta  di kampung bantuan air Golkar sangat berarti. Kontribusi nyata seperti ini, terang ibu penjual sayur di Pasar Borong itu, sangat berarti.

“Kami senang air Golkar sangat membantu kami masyarakat kecil,” ujar  Maria Mamis Jani, Senin (12/10/2020).

Natalia Jemima, seorang warga lain menambahkan, yang membanggakan  masyarakat kecil adalah kepedulian Golkar membagi air secara gratis ketika warga sangat membutuhkannya. Apalagi bantuan yang diberikan itu tanpa pesan sponsor apa pun, tetapi semata-mata kemurahan hati pengurus Golkar.  

“Bukan hanya sekali  tetapi kami rasakan hampir setiap tahun ketika musim kemarau tiba dan air bersih sulit kami peroleh. Kami tetap butuh air Golkar,” ungkap Jemima, Sabtu (10/10/2020)

Sumber Mata Air Terbatas

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Keuangan Badan Layanan Daerah Air Mimum Bersih (Blud Spam) Matim, Fransiskus Yu Aga, menjelaskan, jumlah pelanggan aktif air minum bersih tidak seimbang dengan kapasitas produksi air yang disiapkan Dinas PUPR Matim. Karena itu sambungan rumah dlakukan  sesui kapasitas airnya.

“Blud Spam sambung ke rumah-rumah warga setelah ada kepastian kapasitas air,” katanya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Matim, Laurensius Ivano Mbula, saat menjelaskan tentang air minum bersih di Matim. Foto/FMC/Kanis Lina Bana

Terpisah Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Matim, Laurensius Ivano Mbula, menjelaskan, jumlah yang harus terlayani air bersih sebanyak  56.247 KK. Namun sampai saat ini yang sudah terlayani  baru  17.087 KK atau setara 30,29%.  Rincianya tahun 2018, 15.405  KK. Tahun 2019 bersumber dari DAK 122 KK, Dak Afirmasi 172 KK, aspirasi 172 KK, hiba air minum pedesaan 412 KK, Blud Spam 290 KK, pansimas 636 KK. Sementara tahun 2020 sedang dalam pekerjaan yang tersebar  di Kota Komba, Borong, Elar, Lamba Leda  dan Rana Mese.

“Kita beruntung program air minum besih tidak dirasionalisasi terkait Covid-19 sehingga kegiatannya tetap jalan. Akhir tahun kita bisa tahu penambahan KK yang terlayan air bersih. Hanya kita akui sumber mata air kita terbatas,” jelasnya, Senin (12/10/2020).

Selain kegiatan yang sedang dijalankan, jelasnya, Pemda Matim telah mengajukan proposal dana sebesar Rp. 133 M kepada pemerintah pusat. Dana yang diajukan tersebut untuk tangani air bersih di Borong, Lamba Leda, Elar Selatan dan Sambi Rampas. Sementara untuk desa atau kecamatan yang tidak ada sumber mata air sudah komunikasi Balai Wilayah Sungai (BWS)  Satker Air Minum Bersih Propinsi NTT untuk pengadaan sumur bor. Upaya ini, lanjutnya, dapat mempercepat pemenuhan air bersih di Manggarai Timur.

Di titik ini, kita berharap penangan air bersih Dinas PUPR Matim  yang makin gesit itu akan  berbading lurus percepatan akses masyarakat menikmati air bersih. Sumber air jadi dekat sehingga dahaga warga dapat terobati. Jika tidak, sumber air makin jauh tak terjangkau. Penderitaan pun semakin  panjang dan menyiksa. Jangan ah!” (kanis lina bana)

Share :

Baca Juga

Feature

Taman Rendo-Ende, Duhai Nasibmu
Nelayan Papagarang sedang menjemur ikan

Bumi Manusia

Mengendus Kisah Hidup Nelayan Papagarang

Bumi Manusia

Bukan untuk Koin tapi Poin!

Feature

Jeritan Hati Warga Pingggiran Wae Kelambu

Bumi Manusia

Tanah Longsor Tutup Lahan Sawah Warga Mokel Morid
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe,

Bumi Manusia

Final Liga Champions Tanpa Penonton, Kylian Mbappe: Ini Aneh
Kondisi jalan menuju Desa Wae Sano

Bumi Manusia

Maju Mundur Proyek Geothermal Wae Sano (bagian 2)

Bumi Manusia

Asyiknya Berwisata di Tengah Pandemi Virus Corona (2)