Korban Tragedi Mbeliling Belum Dapat Bantuan - FloresMerdeka

Home / Bumi Manusia

Sabtu, 4 Desember 2021 - 00:53 WIB

Korban Tragedi Mbeliling Belum Dapat Bantuan

Salah satu lahan petani yang diterjang banjir bandang.(Foto:Kornelis Rahalaka/Floresmerdeka)

Salah satu lahan petani yang diterjang banjir bandang.(Foto:Kornelis Rahalaka/Floresmerdeka)

LABUAN BAJO, FLORESMERDEKA.com- Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Maret 2019 silam masih menyisahkan duka yang mendalam. Bencana itu tidak hanya menewaskan delapan orang di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, tetapi juga menghancurkan ratusan lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat setempat.

Meskipun berbagai bantuan telah disalurkan untuk para korban bencana alam di wilayah tersebut, namun tak sedikit korban yang tak mendapatkan bantuan hingga saat ini. Jangnkan bantuan berupa sembako, bantuan berupa bibit tanaman agar para petani dapat menanam kembali lahan-lahan pertanian mereka pun tak kunjung datang. Padahal, kerugian yang diderita oleh para petani tergolong sangat besar. Ratusan hektar lahan pertanian hancur tertimbun tanah longsor dan sebagian lainnya tidak bisa lagi digarap lantaran tersapu oleh dasyatnya bencana alam.

Seperti diungkapkan oleh sejumlah warga Kampung Mbore, Desa Tondong Belang, Minggu pekan lalu. Warga mengaku, puluhan hektar lahan pertanian mereka rusak diterjang bencana banjir bandang. Sebagian lahan bahkan tak dapat lagi dikelola lantaran tertimbun longsor atau terbawa banjir bandang. Warga mengaku, sesaat setelah kejadian bencana, pemerintah desa telah mendata semua kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam tersebut namun hingga tiga tahun berlalu, bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah tak kunjung diterima.

“Selaku kepala dusun, saya sudah mendata dan mengirim laporan para korban ke pemerintah namun, entah mengapa banyak korban di kampung ini yang belum mendapatkan bantuan,”ujar Kepala Dusun Petrus Leten kepada Floresmerdeka Minggu pekan lalu.

Ia mengaku, kerugian yang dialami oleh warga di Kampung Mbore cukup besar. Selain ada kerusakan rumah dan pondok para warga, ratusan lahan pertanian rusak alibat bencana alam tersebut. Kampung Mbole sendiri merupakan salah satu dusun yang terletak dibagian bawah Kampung Culu sebagai pusat bencana tanah longsor. Karena itu, tidak heran jika kampung yang cukup terisolir akibat buruknya akses jalan ini merupakan salah satu wilayah yang terdampak langsung dari bencana longsor dan banjir bandang di kawasan Gunung Mbeliling dan sekitarnya.

Roni, seorang korban bencana alam banjir yang ditemui menuturkan bahwa lahan miliknya seluas hampir tiga hektar nyaris habis tertimbun longsor. Berbagai tanaman perdagangan seperti vanili, coklat, cengkeh, porang dan tanaman pangan lainnya hancur diterjang banjir. 

“Tanaman vanili hampir satu hektar, belum coklat dan cengkeh tapi habis terbawa banjir. Sampai sekarang tidak ada bantuan dari pemerintah,”ujarnya dengan nada lirih.

Roni hanyalah satu dari sekitar puluh warga di Kampung Mbore yang mengalami nasib serupa. Selain tanaman perdagangan, puluhan lahan pertanian khususnya sawah juga tersapu banjir. Bahkan sebagian lahan pertanian kini sudah tidak bisa lagi dikerjakan karena tertimbun tanah atau terbawa banjir.

Korban  bencana alam Mbeliling yang belum mendapatkan bantuan tidak hanya terjadi di Desa Tondong Belang tapi juga beberapa desa di sekitarnya yang terdampak langsung dari bencana alam tersebut seperti warga di Desa Liang Ndara. Ceritra pilu datang dari sejumlah warga setempat. Warga mengaku, banyak lahan pertanian mereka yang rusak akibat bencana alam yang terjadi serentak di kawasan Mbeliling dan sekitarnya. Meskipun di desa ini tidak ada korban jiwa, namun puluhan hektar lahan pertanian rusak diterjang banjir bandang. Sebagian lahan masih bisa dikelola oleh petani namun sebagian lainnya rusak parah sehingga tidak bisa lagi dikerjakan.

Seperti diungkapkan oleh Benediktus, warga Kampung Cecer. Ia mengaku sebagian lahan miliknya sudah tidak bisa dikerjakan lagi karena hanyut tersapu banjir bandang. Selain padi, sejumlah tanaman komoditi perdagangan seperti kopi, cengkeh dan vanili juga rusak tertimbun tanah.

Bencana alam kala itu juga menerjang lahan pertanian warga di Kampung Melo, Nobo dan beberapa kampung lain di sekitarnya. Para korban berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib mereka terutama bantuan berbagai benih tanaman agar mereka dapat menanam kembali lahan-lahan mereka yang masih bisa ditanami berbagai jenis komoditas.(kis)

Share :

Baca Juga

Bumi Manusia

Pesona Wisata di Bibir Selatan Nanga Rawa (1)

Bumi Manusia

Tanjung Bendera; So Nice, So Good

Bumi Manusia

Media Gathering, Jurnalisme Ramah Pariwisata

Bumi Manusia

Puncak Waringin, Tempat Terbaik Menikmati Panorama Kota Labuan Bajo

Bumi Manusia

Hari Disabilitas Internasional, Sankita Gelar Berbagai Kegiatan

Bumi Manusia

Kemenkominfo Gelar Anugerah Jurnalistik Kominfo 2021

Bumi Manusia

Pink Beach: Pantai Yang Unik nan Menawan di Pulau Komodo

Bumi Manusia

Menapak Lintasan Sejarah Pers di Flores