Hari Disabilitas Internasional, Sankita Gelar Berbagai Kegiatan - FloresMerdeka

Home / Bumi Manusia

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:50 WIB

Hari Disabilitas Internasional, Sankita Gelar Berbagai Kegiatan

Peserta memperingati hari disabilitas internasional di Labuan Bajo.(Foto:Frumentius Amas/Floresmerdeka)

Peserta memperingati hari disabilitas internasional di Labuan Bajo.(Foto:Frumentius Amas/Floresmerdeka)

LABUAN BAJO, FLORESMERDEKA.com-Yayasan Kita Juga (Sankita), sebuah organisasi sosial yang bergerak dibidang pemberdayaan dan pelayanan terhadap  para penyandang disabilitas di Manggarai Barat pada Jumad (3/12/2021) menggelar berbagai  kegiatan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Wae Kesambi, Labuan Bajo ini untuk mempringati Hari Disabilitas Internasional.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Kabupaten Manggarai Barat kali ini mengangkat tema,”Semua Anak Unik, Semua Anak Istimewa,”

Ibu Ratna Adinintyas mewakili Direktur Sankita mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperingati hari penyandang disabilitas internasional. Ia berharap, semua peserta berkomitmen untuk mewujudkan pemenuhan dan perlindungan terhadap hak-hak kaum disabilitas. Sebagai wujud dukungan penghormatan dan penghargaan terhadap para penyandang disabilitas ini ditandai dengan penandatanganan spanduk yang bertuliskan “We Ring The Bell”.

Dia mengatakan, peserta perlu memahami adanya kebijakan perlindungan anak serta para peserta juga menyadari pentingnya pencegahan covid-19 bagi anak-anak disabilitas. Anak-anak disabilitas juga mampu menunjukkan kreativitas dalam lomba dan games. Dia menyebutkan, yang menjadi sasaran dari kegiatan ini yakni pemerintah terutama pemerintah di tiga kecamatan yakni  Boleng, Mbeliling dan Pacar yang menjadi binaan Sankita serta para guru dan anak anak disabilitas, anak-anak non disabilitas dan organisasi lainnya yang peduli pada isu disabilitas.

Dia menjelaskan, Yayasan Kita Juga (sankita) selaku lembaga yang fokus pada isu-isu disabilitas merasa perlu mengingatkan semua pihak tentang  pentingnya pengakuan dan penghormatan terhadap  hak-hak para penyandang disabilitas.

“Sejak berdirinya tahun 2007, lembaga ini telah mendampingi penyandang disabilitas di 25 desa. Kami bekerja pada lima bidang yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial dan pemberdayaan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi, diskusi, pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan dan advokasi,”beber Ibu Ratna.

Pihak yayasan selalu mendukung kemandirian para penyandang disabilitas dan mendorong lingkungan yang sesuai serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan masyarakat yang ramah pada para disabilitas. Dia menyebutkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Pemda Mabar melaui OPD terkait seperti Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga,  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, BP4D, P2KBP3A, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Sementara itu, di tingkat desa,  Sankita juga bekerja bersama  di sembilan pemerintah desa seperti Desa Cunca Lolos, Golo Desat, Watu Galang, Golo Ketak, Mbuit, Sepang, Loha, Compang dan Waka. Sankita juga bekerjasama dengan fasilitas kesehatan dan petugas kesehatan di tingkat desa, sekolah, tokoh rohani dan tokoh masyarakat. Kegiatan melibatkan anak-anak  SLBN Komodo dan sekolah-sekolah reguler di Labuan  Bajo. Ia berharap, Sankita bisa memperkenalkan bentuk masyarakat inklusif kepada anak anak. Bahwa ada yang disabilitas, non disabilitas, laki laki, perempuan, beda suku, agama di mana semua anggota masyarakat menghormati dan merangkul perbedaan yg ada serta mendapatkan akses dan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang kehidupan.

2.080 Disabilitas di Manggarai Barat

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan, berdasarkan data jumlah para penyandang disabilitas di Manggarai Barat sebanyak 2.080 orang. Para penyandang disabilitas ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

“Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 2.080 jiwa. Berapa pun jumlah penyandang disabilitas, bahkan satu orang saja pun negara harus hadir untuk memenuhi, melindungi hak-haknya sebagai warga negara. Negara harus hadir, untuk menegakan hak hak penyandang disabiltas sebagai anak anak bangsa yang harus juga berkontribusi untuk menghadapi masa depan,” tulis Bupati Endi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Danggur Gayetanus.

Pemerintah Manggarai Barat, sebut Bupati Endi secara bertahap dan bersungguh sungguh mengambil langkah-langkah konkrit untuk membangun pendidikan yang layak dan inklusif bagi para penyandang disabilitas. Pemerintah juga akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas sebagaimana yang telah dijamin dalam Perda Kabupaten Manggarai Barat  No 3 Tahun 2017 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandng disabiltas termasuk hak penyandang disabilitas untuk mengakses sarana transportasi.

Meskipun demikian, Bupati Endi mengungkapkan bahwa kondisi sekarang belum semua fasilitas publik dapat diakses oleh para penyandang disabilitas namun pemerintah sudah menyediakan beberapa fasilitas di beberapa tempat yang dapat diakses oleh para penyandang disabilitas.

Pemerintan akan memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas seperti hak hidup, hak bebas dari stikma, hak privasi, hak keadilan dan perlindungan hukum, hak pekerjaan, kewirausahaan dan koperasi, kesehatan, politik, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata, kesejahteraan sosial, aksebilitas, pelayanan publik, perlindungan dari bencana, pendataan, bebas dari tindakan, diskriminasi, penelantaran, penyiksaan dan eksploitasi.

Semua hak-hak penyandng disabilitas, kata Bupati Endi harus dapat dijamin baik oleh pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha. “Kita semua mesti berperan aktif untuk membangun dan memberikan perlindungan terhadap para penyandng disabilitas,”tandasnya.

Dia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas sosial telah berupaya semaksimal mungkin memberikann perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas melalui beberapa kegiatan antara lain pemberian alat bantu kursi roda kruk, alat bantu dengar kepada 400 orang penyandang disabilitas sejak tahun 2017. Dan pada tahun 2018 Dinsos memberikan pelatihan keterampilan bagi 20 penyandang disabilitas.

Pada tahun 2019,sejumlah  12 penyandang disabilitas mendapatkan bantuan uang dari Kemensos RI. Sementara itu, pemerintah juga telah membuat Perda No  3 Tahun 2017 tentang perlindungan dan pemenuhan hak hak penyandang disabilitas. Sementara, pada anggaran tahun 2020 pemerintah memberikan bantuan hibah uang kepada lembaga kesejahteraan sosial penyandang disabilitas St. Damian Binongko dan 20 unit kursi roda.

Sedangkan pada tahun 2021, bantuan hibah uang kepada organisasi persatuan penyandang disabilitas Manggarai Barat dan bantuan sembako untuk asrama SLBN Komodo. Pada tahun yang sama dilakukan pula pelatihan pertukangan otomotif dan tata boga bagi 36 anak penyandang disabilitas. Kedepan pemerintah akan terus memberikan pelayanan termasuk pemberdayaan ekonomi kepada para penyandang disabilitas.(Frumentius Amas)

Share :

Baca Juga

Adelheid Seda Woda

Bumi Manusia

Perempuan dan Pesona Tenun Ikat Flores

Bumi Manusia

Pink Beach: Pantai Yang Unik nan Menawan di Pulau Komodo

Bumi Manusia

Bertualang di Kampung Nelayan Desa Wisata Papagarang

Bumi Manusia

Kampung Wae Rebo Juara Pertama ADWI 2021
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe,

Bumi Manusia

Final Liga Champions Tanpa Penonton, Kylian Mbappe: Ini Aneh

Bumi Manusia

Yando Zakaria : Dampak Sosial Geothermal Dapat Dimitigasi

Bumi Manusia

Menanti Kerja Nyata MPIG Matim

Bumi Manusia

KWI Kecam Bom di Gereja Katedral Makasar