Taman Rendo-Ende, Duhai Nasibmu - FloresMerdeka

Home / Feature

Senin, 28 Desember 2020 - 13:13 WIB

Taman Rendo-Ende, Duhai Nasibmu

Kondisi terkini  Taman Rendo-Ende, pasca penataan ulang Foto/Paulus Adekantari Rachmat Tengko/FMC

Kondisi terkini Taman Rendo-Ende, pasca penataan ulang Foto/Paulus Adekantari Rachmat Tengko/FMC

FLORESMERDEKA.COM- Tahun 1989. Awal mula pembangunan Taman Rendo di Ibukota Kabupaten Ende, Flores, NTT.  Tepatnya di Jln. Basuki, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara. Taman ini dibangun sebagai ruang rekreasi dan edukatif bagi nak-anak.

Saat ini, Kabupaten Ende dinakhdai, Bupati, Anis Pake Pani. Atas prakarasa Bupati Anis, dimulailah penataan taman itu. Di taman ini, berdiri tugu setinggi 10 meter bertuliskan “Daerah Flores 1636”. Menurut sejarah, tulisan 1636 pada puncak tugu merupakan tanda awal Bangsa Portugis tiba di Ende.

Taman Rendo, menjadi ikon taman terbaik di kota itu. Sebab, keberadaannya sangat strategis. Berada tepat di Jantung Kota Pancasila. Sebelum ditata, kegiatan edukatif, kreatif dan rekreatif bagi anak-anak berjalan normal. Sebab, tempat itu pilihan sangat efektif untuk bermain dan belajar bagi  anak usia dini. Di samping itu, Taman Rendo dapat meningkatkan mutu prestasi kebahagiaan anak-anak pada khususnya dan warga Kota Ende umumnya

Namun, sejak tahun 2019 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende merancang penataan ulang Taman Rendo. Rencana itu disambut gembira masyarakat Kota Ende. Namun kegembiraan masyarakat Ende redup kembali. Sebab, dari 2019 lalu pasca penataan tuntas dikerjakan, taman itu belum dimanfaatkan tanpa alasan.

Oswaldus Suparjo, salah seorang mahasiswa Kota Ende saat ditemui media ini di area kuliner di depan Taman Rendo, Minggu (27/10/2020), mengatakan, tidak heran jika akses pendidikan anak-anak di luar sekolah tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik. Sebab, fasilitas ramah anak di Taman Rendo belum dimanfaatkan.

Padahal, sebelum Undang-Undang dan Peraturan Menteri tersebut ditetapkan negara, Kota Ende diakui menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mempunyai fasilitas ruang publik memadai sebagai pusat kegiatan edukatif, kreatif dan rekreatif anak. Salah satunya yakni Taman Rendo.

Namun, entah mengapa.  Kini Taman Rendo sudah kehilangan spiritnya. Kondisinya sangat memprihatinkan. Taman sudah tak terawat seperti dulu. Bahkan sarana dan prasarana termasuk Alat Permainan Edukasi (APE) kelihatan berdebu dan kotor.

Sedihnya lagi, kata Ifanlaus Sareng, seorang tukang ojek di Kota Ende, menyebutkan sejak Taman Rendo tuntas selesai dipugar tidak ada satu pengunjung yang beraktivitas di tempat itu. Tidak heran, tempat itu dimanfaatkan sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab mengabadikan perilaku “jorok” alias mesum di tempat itu. “Amat memalukan,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Oswaldus Suparjo, menyarankan, sudah saatnya Pemerintah Daerah Kabupaten Ende memanfaatkan Taman Rendo, agar spirit bermain dan belajar anak di luar sekolah dapat bertumbuh seperti sedianya.

Lebih dari itu, terang Eman, Taman Rendo menjadi wisata edukasi anak, sehingga hak-hak anak mendapatkan fasilitas ruang publik khusus untuk kegiatan kreatif dan rekreatif sebagai salah satu indikator Kabupaten/Kota layak anak terpenuhi. (Paulus Adekantari Rahmat Tengko/FMC-Ende)

Share :

Baca Juga

Feature

Keunikan Kampung Adat Matalafang yang Khas

Bumi Manusia

Bocah Nekat di Balik Layar Pasar Warloka

Bumi Manusia

Golkar Matim: Menyapa yang Papah, Menjemput yang Lemah

Bumi Manusia

Bagang-Bagang Itu Kini Tinggal Kenangan
Gregorius Modo (51) peracik Sopi Kobok di Manggarai Timur. (Foto: Flores Merdeka)

Bumi Manusia

Sopi Sarang Semut, Bikin Emut-Emut

Feature

Wartawan di Manggarai Timur Gunting Kuku Penderita Gangguan Jiwa

Feature

Buaya di Waelengga : Dulu Penyelamat, Kini Pemangsa

Feature

Kisah Pilu Mama Imelda Done, Empat Tahun Derita Kista Butuh Biaya untuk Operasi