Proyek Geothermal Wae Sano Layak Dijalankan - FloresMerdeka

Home / Investasi

Jumat, 14 Januari 2022 - 00:19 WIB

Proyek Geothermal Wae Sano Layak Dijalankan

Yando Zakaria

Yando Zakaria

LABUAN BAJO, FLORESMERDEKA.com- Penasehat Senior Kepala Kantor Staf Presiden Drs. R .Yando Zakaria menyatakan, proyek pengembangan panas bumi atau geothermal di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat layak untuk dijalankan.

Antropolog dan Peneliti Sosial ini juga mengatakan, dampak buruk geothermal sangat kecil dan dapat dimitigasi. Sementara, dampak proyek ini juga dapat dibandingkan dengan benefit yang akan diperoleh masyarakat lokal, pemerintah daerah dan negara. Dia mengungkapkan, hasil penelitian sosial yang dilakukan menunjukkan bahwa proyek geothermal sangat layak untuk dikembangkan di wilayah ini.

Ditemui Floresmerdeka.com, di Labuan Bajo Sabtu pekan lalu membeberkan hasil penelitian sosial sehubungan rencana pengembangan proyek geothermal Wae Sano. Proyek yang didanai oleh Bank Dunia ini, menurut dia, telah melewati proses yang panjang karena pemerintah dan proyek diwajibkan untuk  mengikuti seluruh proses dan prosedur secara ketat dan taat azas sesuai dengan standar-standar prosedur internasional.

Penelitian yang dilakukan oleh pihak proyek, sebut dia, bukan hanya mencakup hal-hal teknis tetapi juga meliputi penelitian sosial-antropologis masyarakat setempat.

“Penelitian sosial yang saya lakukan yakni untuk melihat sejauh mana dampak proyek geothermal Wae Sano. Dan saya tidak temukan dampak buruk yang signifikan. Kalau pun ada dampak, itu bisa dimitigasi dan sifatnya hanya sementara,”ujarnya.

Sementara itu, menyikapi adanya penolakan sekelompok warga terhadap geothermal, ia mengatakan, alasan-alasan penolakan sebagaimana disampaikan oleh kelompok warga penolak geothermal, sudah dijawab secara komprehensif oleh Sekretariat Komite Bersama.

“Kalau gangguan sosial sifatnya sementara dan bisa dimitigasi atau dikurangi dampaknya. Sebagai peneliti dan penasehat sosial dalam proyek ini, saya kira, hal-hal yang mengganggu kehidupan sosial sudah dijawab semua oleh proyek dengan sangat optimal,”ujar Yando.

Sebagai Antropolog, Yando menjelaskan,  ia juga menggali sejauh mana dampak sosial dengan kehadiran geothermal dan faktor-faktor apa saja yang dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat setempat seperti aspek filosofis-religi, aspek budaya lokal misalnya terkait ritual adat, tempat-tempat keramat termasuk peran institusi masyarakat adat. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunitas Wae Sano merupakan komunitas masyarakat adat sehingga pendekatan yang dilakukan oleh proyek adalah melakukan pendekatan adat seperti lonto leok bantang cama.

Perhatian terhadap institusi dan peran-peran masyarakat adat merupakan bagian dari kriteria dan persyaratan yang wajib dijalankan oleh proyek.  Karena itu, proyek telah melaksanakan seluruh tahapan termasuk akan melakukan konsultasi publik bersama masyarakat adat setempat termasuk warga yang menolak kehadiran geothermal. Konsultasi publik digelar sebagai langkah konsultasi sekaligus sosialisasi sebelum proyek beroperasi.

Dia mengatakan, pihaknya tidak melihat ada masalah yang signifikan dibalik proyek geothermal. Bahkan bukan masalah geothermal yang menjadi alasan penolakan tetapi ia menduga ada konflik-konflik internal diantara sesama warga atau antar pribadi masyarakat adat. Pasalnya, seluruh hasil kajian baik teknis maupun sosial sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

Hasil kajian teknis menunjukkan geothermal tidak menimbulkan dampak yang signifikan. Demikian pula kajian sosial tidak ditemukan adanya persoalan yang patut dicemaskan, karena proyek ini tidak akan mengganggu nilai-nilai sosial dan peradaban lokal.

Sebagai peneliti dan pengamat sosial, ia justru mempertanyakan alasan penolakan geotehrmal oleh sekelompok warga, apakah penolakan itu merupakan hasil kesepakatan dari musyawarah bersama masyarakat adat serta mendapat restu dari para tua golo sebagai pemimpin institusi adat atau justru para tua golo mendukung proyek geothermal.

“Siapa yang sesungguhnya lebih menghargai masyarakat adat? Proyek sudah melakukan lonto leok besama masyarakat adat setempat sebagai mekanisme resmi sebagaimana ketentuan Bank Dunia. Apakah kelompok penolak juga melakukan hal yang sama?”tanya Yando dengan nada retoris.

Menurut Yando, kehadiran geothermal akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar di tengah dunia yang kian mengalami krisis energi. Geothermal merupakan energi ramah lingkungan dan menjamin keberlanjutan. Proyek ini didanai oleh Bank Dunia sehingga teknis pelaksanaan proyek ini pun akan mengikuti standar-standar yang ditetapkan oleh dunia internasional.

Di tempat terpisah, Tua Golo Nunang Maksi Taman berharap proyek dan pemerintah segera melakukan konsultasi publik dan sosialisasi lanjutan terhadap proyek tersebut agar proyek geothermal segera dilaksanakan.

“Saya berharap pemerintah dan pihak proyek segera melakukan konsultasi publik dan sosialisasi sebagai bagian dari tahapan agar proyek yang telah lama direncanakan ini segera dijalankan,”ujarnya.

Dia mengatakan, seluruh tahapan proyek mulai dari survey awal sampai pada penelitian teknis dan sosial sudah dilakukan dan sudah pula disosialisasikan kepada masyarakat. Menurut Maksi, kehadiran geothermal sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahtraan masyarakat Wae Sano dan sekitarnya.

“Kita mesti berpikir jangka panjang juga. Kehadiran geothermal sangat membantu meningkatkan kesejahtraan dan kemajuan bersama bukan hanya untuk masyarakat Wae Sano tetapi untuk seluruh masyarakat di wilayah ini,”ujarnya.(kis)

Share :

Baca Juga

Investasi

Provinsi Jabar, Target Market Potensial

Investasi

Kolaborasi BPOLBF-Kemensetneg Songsong Even G20

Bumi Manusia

Raka, Tradisi Menyimpan Jagung Khas Nagekeo

Investasi

Presiden Minta Polri Kawal Investasi di Daerah