Goa Rangko, Alternatif Berwisata di Pesisir Labuan Bajo | FloresMerdeka

Home / Mimbar Demokrasi

Rabu, 7 Juli 2021 - 08:51 WIB

Goa Rangko, Alternatif Berwisata di Pesisir Labuan Bajo

Pengembangan Labuan Bajo menuju destinasi pariwisata unggulan di Indonesia tentu tidak hanya dipusatkan pada wisata bahari saja, namun juga pada spot spot wisata lainnya yang tentu memiliki potensi serta kekayaan alam yang luar biasa. Salah satunya adalah penyiapan desa wisata.

Hosting Unlimited Indonesia

Pengembangan desa wisata sebagai destinasi alternatif unggulan saat ini menjadi pilihan utama baik bagi pemerintah pusat, provinsi maupun daerah dalam upaya memaksimalkan setiap potensi kekayaan alam, tradisi dan budaya yang diharapkan bisa memberi dampak berganda (multiplier effect) yang positif bagi pertumbuhan ekonomi yang bisa secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Desa wisata juga dijadikan salah satu opsi utama dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat yang lesu setelah dihantam pandemi Covid 19.

Destinasi Wisata Goa Rangko merupakan salah satu destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi di masa new normal. Destinasi ini menjadi top list kunjungan wisatawan, selain destinasi bahari seperti pulau padar dan pink beach.

Iklan Kementerian Agama

Destinasi wisata Goa Rangko menjadi unik karena keberadaanya tak jauh dari bibir pantai. Satu satunya perpaduan spot wisata yang jarang sekali di temukan di berbagai belahan dunia. Selain itu keindahan dalam mulut Goa yang banyak dipenuhi oleh endapan batu kapur berbentuk stalagmit dan stalagtit juga menambah keindahan tempat ini.

Namun, yang menjadikan Goa Rangko lebih unik yakni terdapat sebuah kolam air asin sedalam 7 meter dengan air yang jernih dan segar. Yang dapat digunakan untuk berenang atau berendam sambil menikmati udara dalam Goa yang segar dan sejuk.

Puncak pesona keindahan tempat ini terjadi ketika kolam ini mendapatkan pantulan cahaya matahari yang cukup. Pemandangan air kolam berwarna biru terang akan terlihat sangat bersih dan jernih. Kondisi dalam Goa yang sebelumnya sedikit gelap akan berubah menjadi terang karena dinding – dinding dalam Goa akan memantulkan cahaya sinar matahari yang masuk melalui mulut Goa. Waktu terbaik untuk mendapatkan momen ini pun pada pukul 13.30 hinggah 15.00 wita.

Penamaan Goa Rangko sendiri dikarenakan Goa Alam ini terletak di Desa Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Goa Rangko ini berjarak 45 menit dari Desa Rangko. Menuju tempat ini pengunjung harus menyewa kapal – kapal nelayan yang banyak berlabuh disekitar area dermaga desa Rangko.

Biaya tarif masuk menuju mulut Goa bagi pengunjung lokal sebesar 10.000 rupiah, wisatawan nusantara sebesar 20.000 rupiah dan wisatawan mancanegara sebesar 50.000 rupiah.

Tiba di dermaga Gua Rangko, dibutuhkan Aktifitas trekking selama 20 menit menyusuri pepohonan rindang yang tumbuh sepanjang jalur setapak tanah.

Untuk memasuki bagian dalam Goa, telah tersedia tangga atas susunan bebatuan dan sisi kanan tangga dipasang papan sebagai pegangan tangan dan pengaman.

Tidak ada penerang khusus di dalam goa. Hanya sinar matahari yang menerobos masuk dari mulut goa hingga beberapa sisinya terlihat remang-remang. Di situlah keunikan goa tersebut. Sinar matahari yang masuk tersebut tidak hanya memudahkan pengunjung melihat pijakan dan dasar goa tetapi juga dasar kolam.

Desa Rangko sendiri terletak tidak jauh dari kota Labuan Bajo. Berjarak sekitar 15 Kilometer sebelah Timur kota Labuan Bajo, Desa Rangko dapat diakses baik melalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan infrastrukur jalan yang memadai serta suguhan pemandangan sepanjang perjalanan dengan bukit bukit kecil hijau serta lautan lepas arah timur laut kota Labuan Bajo.

Saat ini Goa Rangko merupakan salah satu destinasi unggulan di desa Wisata Rangko. Selain spot wisata Goa Rangko, Desa wisata Rangko juga dikenal sebagai penghasil Ikan Cara terbaik dari semua desa pesisir di wilayah kabupaten Manggarai Barat. Ikan cara merupakan ikan asin yang dikeringkan dengan ciri khas berbeda jika dibandingkan dengan ikan cara dari pulau lainnya seperti papagrang dan dawrah di sulawesi.

Ukuran Ikan Cara Rangko berbentuk sedikit lebih kecil, memiliki bentuk pipih dan berdaging tipis serta kandungan garam yang sangat rendah. Ikan cara ini pun dijual dalam bentuk kering dan juga dikemas menjadi salah satu oleh – oleh khas Labuan Bajo.

Atas kekayaan potensi alam yang dimiliki, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo (BPOLBF) menetapkan Desa Rangko menjadi salah satu dari 30 Desa Wisata Tematik yang masuk dalam Peta Perjalanan (travel pattern) yang tersebar di wilayah Flores, Alor, Lembata hingga Bima (NTB) yang wajib dikunjungi. Dukungan pengembangan sarana dan prasarana pada desa wisata ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berwisata yang tenang, aman dan nyaman bagi para wisatawan.*(Humas BPOLBF)

Share :

Baca Juga

ilustrasi pilkada mabar

Demokrasi Mabar

Siapa ‘Tersungkur’ di Menit Terakhir Pilkada Mabar?

Demokrasi Mabar

Hubungan Politik yang Terputus

Demokrasi Mabar

Golkar Optimis Edi-Weng Menang Pilkada Mabar
Adrianus Garu: Rakyat Adalah Saudara dan Sahabat

Demokrasi Mabar

Adrianus Garu: Rakyat Adalah Saudara dan Sahabat
Maria Geong

Demokrasi Mabar

Maria Geong: “Saya Tidak Mau Pemerintahan Saya di Bawah Tekanan”
Benediktus Lukas Raja

Mimbar Demokrasi

Lukas Raja: Jangan Jadikan Covid-19 Sebagai Proyek
Sil Joni

Demokrasi Mabar

“Janjimu Kusimpan dalam Hatiku”
doa bersama

Demokrasi Mabar

Deklarasi Pantas – Rizky Tampilkan Nuansa Toleransi