BPOLBF Dorong Digitalisasi Desa Wisata - FloresMerdeka

Home / Ekonomi Bisnis

Kamis, 25 November 2021 - 14:12 WIB

BPOLBF Dorong Digitalisasi Desa Wisata

LABUAN BAJO, FLORESMERDEKA.com- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar webinar bertajuk “Membangun Pariwisata Melalui Digital Desa” guna mendorong penguatan konten desa-desa wisata melalui digital. Webinar yang berlangsung pada Selasa (23/11/2021) ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BPOLBF melalui Direktorat Destinasi selama lima bulan terakhir.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina mengatakan, digitalisasi telah membuka banyak peluang bagi pelaku usaha khususnya di saat pandemi ini. Ia berharap, peserta webinar yang mayoritas adalah pengelola desa wisata dapat memaksimalkan momen diskusi dan mendapatkan pemahaman tentang pentingnya penguatan konten digital dengan sebaik mungkin.

“Digital ini adalah tools kita selama masa pandemi ini. Di mana semuanya go digital. Ini adalah momen yang sangat cocok untuk teman-teman di desa wisata bisa menggali lebih banyak dari para narasumber kita,” ujarnya.

Dia berharap, konten digital yang digunakan oleh para pengelola desa wisata tidak hanya terbatas pada penggunaan akun sosial media untuk promosi. Konten yang didigitalisasi harus diperkuat pula dengan narasi sehingga lebih menarik perhatian para calon wisatawan.

Ia mengatakan, digital bukan hanya sekadar menjadikan sosial media sebagai tempat promosi, tetapi paling penting adalah bagaimana mengisi konten dalam digital itu sehingga orang tertarik untuk datang, penasaran dan tahu aktivitas apa yang bisa mereka lakukan di desa tersebut. Dan yang paling akhir dan juga menjadi inti adalah bagaimana membangun narasi dan cerita dari setiap atraksi yang ditawarkan.

Dalam kegiatan ini, BPOLBF mengundang dua narasumber yakni I Gede Gian Saputra, akademisi dan pendiri PT Banua Wisata Lestari “Godevi” serta Yeremias Jefrisan Aquino, pemilik dan manager Sun Rice Homestay. Keduanya berbagi cerita dan pengalaman dalam mengembangkan desa wisata dengan digital.

Narasumber pertama, I Gede Gian Saputra, membagikan ceritra tentang pengembangan aplikasi Godevi (Go Destination Village) yang ia rintis. Aplikasi ini bertujuan memberdayakan desa wisata melalui konsep Sustainability, Empowerment, Entrepreneurship (SEE) dalam mengemas dan memasarkan paket-paket desa wisata.

Dia menjelaskan, Godevi adalah upaya membantu program pemerintah terkait perkembangan revolusi industri 4.0 di Indonesia yang mengedepankan SEE atau keberlanjutan, pemberdayaan, dan kewirausahaan. Aplikasi ini juga merupakan upaya dan komitmen sebagai putra desa untuk memberdayakan desa-desa wisata dan memberi kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Menurut dia, desa wisata perlu digitalisasi karena saat ini penggunaan media sosial di Indonesia telah mencapai angka ratusan juta. Seperti pengguna YouTube 140,8 juta, Instagram 124, 4 juta dan Facebook 80 juta. Melalui data ini, menurutnya hampir semua orang sudah melek digital dan selalu bersinggungan dengan digital.

Senada diungkapkan Yeremias Jefrisan Aquino. Ia juga bercerita tentang bagaimana digitalisasi sangat membantunya dalam pengembangan desa wisata di daerahnya yaitu di Bangka Kenda, Kabupaten Manggarai.

“Sebelum mengenal digitalisasi, banyak spot-spot pariwisata lokal yang tidak terekspos. Tapi berkat adanya media digital, tempat-tempat ini dikenal publik. Homestay saya juga mendapatkan begitu banyak bantuan berkat digitalisasi. Awalnya, homestay yang saya kelola sejak Juli 2017 ini hanya mengandalkan jejaring rekomendasi dan berharap pada tamu-tamu random, namun sejak tahun 2018 saat menggunakan platform digital, kunjungan mulai meningkat,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Komunikasi Publik BPOLBF, Sisilia Lenita Jemana mengatakan, untuk mengembangkan digitalisasi di desa wisata butuh konsistensi, komitmen bersama dan kolaborasi. Hal ini ia sampaikan berdasarkan pengalaman saat mengadakan digitalisasi desa yang melibatkan 23 Desa dari 6 Kabupaten di Flores pada akhir tahun 2020 lalu.

“Untuk mendigitalisasi desa-desa yang sudah punya aktivitas wisata, baik yang sudah siap ataupun sedang dirintis itu tidak mudah. Butuh konsistensi, komitmen bersama, kolaborasi semua unsur desa dan kolaborasi antar desa wisata. Bagaimana desa yang punya destinasi mempromosikan produk dari desa wisata lain yang kaya akan produk, kriya dan oleh-oleh lokal,” ujarnya.

Dalam webinar yang diikuti 63 peserta ini, hadir pula pengelola desa wisata dari luar Floratama (Flores, Lembata, Alor, dan Bima) yakni Ali Akbar dari Padang Pariaman. Menurut dia, kegiatan webinar seperti ini perlu dilanjutkan. Ia mengatakan, melalui digital pula ia bisa mengetahui dan mengikuti kegiatan webinar desa wisata yang diadakan oleh BPOLBF.*(fmc)

Share :

Baca Juga

Ekonomi Bisnis

Presiden Jokowi Resmikan Sarpras Pariwisata di Labuan Bajo

Ekonomi Bisnis

Kopwan Setia Janji Bertekad Menjadi Koperasi Modern

Ekonomi Bisnis

Kopi Flores dan Pemberdayaan Petani

Ekonomi Bisnis

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Ekonomi Bisnis

Pemda Lembata Berkomitmen Digitalisasi Keuangan

Ekonomi Bisnis

Program “Baku Bantu Bangkitkan Kembali Wisata Labuan Bajo”

Ekonomi Bisnis

Derita Petani Tak Kunjung Berakhir

Ekonomi Bisnis

Romo Beni Apresiasi TNI-Polri Bantu Para Petani