Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan - FloresMerdeka

Home / Ekonomi Bisnis

Sabtu, 25 September 2021 - 03:20 WIB

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina

Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina

LABUAN BAJO,FLORESMERDEKA.com-Keseriusan pemerintah membangun herd immunity dengan terus menargetkan penurunan angka penyebaran covid-19 terus dioptimalkan. Keseriusan pemerintah juga diiringi berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menyiapkan dan memperlengkapi para tenaga medis dengan fasilitas pendukung yang memenuhi standar kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Saat ini Labuan Bajo memiliki dua rumah sakit yakni RSUD Komodo dan RS Siloam yang sejauh ini mampu menunjang kebutuhan akses pelayanan kesehatan masyarakat Manggarai Barat. RSUD Komodo merupakan rumah sakit rujukan utama covid-19.

Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat, beberapa ketersediaan fasilitas seperti jumlah tenaga kesehatan sebanyak 35 dokter spesialis, umum, dan dokter gigi dan sebanyak 228 perawat dan bidan serta beberapa fasilitas fisik lainnya seperti kapasitas jumlah tempat tidur sebanyak 150 unit, 8 unit ambulans, 2 ruang operasi, 1 unit hyperbaric chamber dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Seiring dengan berkembangnya Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas, dimana kunjungan wisatawan dan para pelaku perajalanan aktif lainnya terus meningkat terutama seringnya penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional, maka keamanan masyarakat maupun pengunjung/wisatawan turut menjadi fokus utama pemerintah untuk mengejar ketersediaan akses pelayanan medis dengan meningkatkan standar kualitas pelayanan kesehatan di destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo.

BPOLBF bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berupaya memutus mata rantai covid-19. Vaksin terus digencarkan hingga mencapai 100% bagi masyarakat Manggarai Barat. BPOLBF dan pemerintah juga berkomitmen bersama untuk menindaklanjuti upaya peningkatan standar kualitas pelayanan kesehatan di Manggarai Barat.

Sejauh ini sudah 56,68% capaian vaksinasi Manggarai Barat dari total target vaksin 250 ribu warga Manggarai Barat.

“Penting sekali kualitas layanan kesehatan bagi kesiapan destinasi terutama Labuan Bajo yang merupakan melting pot, sehingga bisa mengantisipasi potensi masalah dan darurat medis yang tinggi. Kalau fasilitas terbatas, tentu akan berdampak pada mutu pelayanan kesehatan dan jaminan keselamatan. Ini yang mau kami tindaklanjuti bersama agar Labuan Bajo sebagai melting pot aman dan siaga bencana,”jelas Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina.  

Dia menjelaskan, aspek kesehatan memang menjadi fokus utama seluruh stakeholder Manggarai Barat saat ini. Beberapa upaya peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan di Labuan Bajo terus dilakukan melalui kolaborasi dan sinergitas seluruh pihak di lintas pemangku kepentingan, baik di level nasional dan daerah.

Beberapa standar kualitas telah ditargetkan pencapaiannya mulai dari sekarang hingga tahun 2022 mendatang, seperti salah satunya target peningkatan standar RSUD Komodo ke grade A dan RS Siloam menjadi grade B. Kerjasama juga menyusun protokol keamanan, kesehatan, melalui penambahan semua kebutuhan fasilitas dan layananan yang memadai sesuai dengan target.

Sementara itu, penambahan Laboratorium PCR hingga saat ini masih menjadi salah satu prioritas utama, begitu pun penambahan beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti penambahan armada ambulans berstandar internasional untuk darat dan laut, unit Damkar, Puskesmas pariwisata di destinasi wisata seperti Batu Cermin dan Tana Mori, Puskesmas Keliling yang akan beroperasi di beberapa wilayah kota Labuan Bajo, Terang, Bari dan Nangalili, penyediaan sarana kesehatan Apung, aktivasi Hyperbaric Chamber untuk menangani kedaruratan wisata selam, dll.

Demikian pula peningkatan jumlah personil terlatih lainnya menjadi salah satu faktor utama untuk mewujudkan kualitas peningkatan keamanan, keselamatan dan kesehatan. Selain mengejar peningkatan kualitas infrastruktur dasar, BPOLBF juga fokus pada bagaimana membangun sistem.

Akhir tahun lalu Labuan Bajo sudah lakukan simulasi safety security CHSE. Sebagai tindak lanjut, sekarang sedang proses pembangunan command center, juga kelengkapan sistem koordinasinya. Paling utama adalah mempersiapkan SDM yang tanggap darurat, baik petugas maupun masyarakat.

“Kita butuh dukungan semua pihak, pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama dan pimpinan komunitas untuk bisa sama-sama meningkatkan awareness di seluruh lapisan masyarakat,” tambah Shana.

Apalagi, Labuan Bajo tengah sibuk mempersiapkan diri menyambut event-event berskala nasional dan internasional yang akan berlangsung mulai Oktober 2021 hingga September 2022 mendatang. Beberapa event tersebut antara lain Asia International Water Week, Hari Polwan Sedunia, side event KTT G20 di mana Labuan Bajo dipercaya menjadi tuan rumah.

Selain itu berbagai kunjungan kenegaraan kerap dilaksanakan di Labuan Bajo. Dengan demikian, bukan tanpa alasan, Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata harus terus berbenah menjadi lebih baik agar mampu memberi pelayanan optimal berkelas dunia.*(fmc)

Share :

Baca Juga

Ekonomi Bisnis

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Terapkan Inseminasi Buatan

Ekonomi Bisnis

Desa Waiara Kembangkan Irigasi Tetes

Ekonomi Bisnis

Permudah Akses Informasi, BPOLBF Gunakan Aplikasi GIS

Ekonomi Bisnis

Anak-Anak Butuh Asupan Nutrisi

Ekonomi Bisnis

Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Sorgum

Ekonomi Bisnis

Bupati Lembata Siapkan Chef Labuan Bajo untuk Melatih Ibu-ibu PKK

Ekonomi Bisnis

Sumur Bor untuk Tingkatkan Produksi Jagung

Ekonomi Bisnis

Protokol CHSE, Bentuk Adaptasi Kebangkitan Sektor Pariwisata