Pariwisata Holistik, Merawat Budaya dan Religi - FloresMerdeka

Home / Ekonomi Bisnis

Sabtu, 8 Januari 2022 - 06:56 WIB

Pariwisata Holistik, Merawat Budaya dan Religi

Diskusi Pastoral bertajuk Pariwisata Holistik.(Foto:ist)

Diskusi Pastoral bertajuk Pariwisata Holistik.(Foto:ist)

RUTENG, FLORESMERDEKA.com- Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat mengatakan, pariwisata holistik meliputi pelbagai aspek guna mendukung kesejahteraan manusia dan terintegrasi dengan keutuhan ciptaan atau manusia dan alam. Karena itu, pariwisata holistic harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini diungkapkan Uskup Sipri saat mengahdiri suidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng yang digelar di Aula Rumah Retret Bunda Karmel, Wae Lengkas, Manggarai, Rabu (5/1/2022).

Sidang Pastoral ini juga menghadirkan  sejumlah narasumber antara lain Bupati Manggarai Herybertus G L Nabit, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Sekda Manggarai Timur Bonifasius Hasundungan dan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina. Para narasumber berbagi dan berdiskusi tentang kebijakan dan program kepariwisataan untuk tiga Kabupaten di Manggarai Raya (Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat) serta program BPOLBF sebagai akselerator pembangunan pariwisata di Labuan Bajo Flores.

Tahun ini juga dinobatkan sebagai Tahun Pastoral Pariwisata Holistik 2022. Dengan mengangkat tema: “Berpartisipasi, Berbudaya, dan Berkelanjutan”. Kesejahteraan yang diangkat dalam pariwisata yang tidak hanya menyasar pada satu aspek tetapi kesejahteraan holistik atau menyeluruh untuk masyarakat.

Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat mengatakan, kesejahteraan, persaudaraan, nilai-nilai budaya dan perdamaian adalah nilai dalam gereja yang juga menjadi mandat dan fokus pemerintah, baik di pusat maupun daerah dalam pengembangan pariwisata.

Sementara itu, Direktur BPOLBF Shana Fatina menyebutkan, sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), BPOLBF sangat mengapresiasi diangkatnya tema kepariwisataan sebagai tema pastoral tahun 2022.

“Kami merasa sangat terhormat, tahun ini dijadikan tahun Pariwisata Holistik oleh Keuskupan Ruteng. Ini adalah langkah yang sangat baik bagi Manggarai Raya dalam mengambil peluang saat momentum pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores,”ujar Shana.

Dia menjelaskan, pembangunan pariwisata tidak saja fokus pada destinasinya tetapi juga masyarakatnya sehingga masyarakat juga menerima manfaat dari pengembangan pariwisata. Salah satu cara agar masyarakat secara aktif turut berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata yakni dengan menjadikan pariwisata sebagai jiwa dari Manggarai Raya.

“Kami mohon bantuan Yang Mulia Bapa Uskup, Romo dan Pater untuk kita bersama-sama mengajak masyarakat Manggarai Raya membangun mindset baru bahwa berwisata dan jalan-jalan itu penting sehingga sejak dini seseorang itu sudah menjadikan pariwisata sebagai bagian dari kehidupan mereka,” terang dia.

Sementara itu, Bupati Manggarai Hery Nabit menekankan beberapa poin tentang budaya dan religi dalam kaitannya dengan wisata. Menurutnya, pariwisata, budaya, dan religi adalah hal yang bisa berjalan beriringan dan pariwisata adalah kendaraan dalam menjaga semangat dalam budaya dan religi.

“Dengan adanya pariwisata, pelestarian budaya Manggarai bisa menjadikan pariwisata sebagai kendaraan dan karena brand wisata kita adalah wisata religi dan budaya maka ini adalah momentum untuk mempertahankan semangat dengan cara baru yaitu melalui pariwisata,” ujarnya.

Senada, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan, pariwisata bisa menjadi kendaraan dan bisa dirasakan secara menyeluruh maka perlu ada penguatan konektivitas baik dari segi infrastruktur maupun kolaborasi promosi pariwisata.

“Jika konektivitas terjadi maka dampaknya bisa dirasakan Manggarai Raya. Jika wisatawan datang lewat Labuan, kami akan beritahu bahwa ada destianasi dan produk wisata lain di Manggarai dan Manggarai Timur, begitupun sebaliknya,” jelas mantan Ketua DPRD Mabar ini.

Sementara Sekda Manggarai Timur Bonifasius Hasundungan mengatakan, Pemda Manggarai Timur mendukung perkembangan pariwisata di Labuan Bajo dan berharap kolaborasi lintas kabupaten terus dilakukan sebagai satu kesatuan yaitu Manggarai Raya bisa menjadi satu destinasi.

Ketiga Pemda telah menyatakan bahwa pariwisata sudah menjadi visi dan misi untuk ketiga pemerintah daerah ini untuk lima tahun ke depan, Untuk itu, partisipasi masyarakat dan nilai-nilai budaya lokal serta lingkungan hidup akan menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata yang holistik. Saat ini BPOLBF terus mengkampanyekan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif dalam setiap kesempatan, kebijakan, dan kolaborasi yang dilakukan dengan kementerian dan lembaga terkait.*(fmc)

Share :

Baca Juga

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Manggarai Terima Bantuan CSR BRI Ruteng

Ekonomi Bisnis

Stef Nali : Proyek Persemaian Benih, Bukan Perambahan Hutan

Ekonomi Bisnis

Menteri KKP : Rumput Laut Sangat Diminati Dunia

Ekonomi Bisnis

Anggota DPRD Nagekeo Kunjungi “Moeda Tani Farm” di Sikka

Ekonomi Bisnis

30 Peserta Lolos Tahap Business Scaling-Up Program Inkubasi

Ekonomi Bisnis

Program “Baku Bantu Bangkitkan Kembali Wisata Labuan Bajo”

Ekonomi Bisnis

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Terapkan Inseminasi Buatan

Ekonomi Bisnis

60 Pelaku UKM di Mabar Dapat 2,4 Juta dari Presiden Jokowi