Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Terapkan Inseminasi Buatan - FloresMerdeka

Home / Ekonomi Bisnis

Rabu, 1 September 2021 - 07:57 WIB

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Terapkan Inseminasi Buatan

LEWOLEBA, FLORESMERDEKA.com-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, akan menerapkan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik ternak babi. Kegiatan ini merupakan langkah alternatif untuk mensiasati tingginya permintaan ternak babi yang semakin langka.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Petrus Kanisius Tuaq menyebutkan sedikitnya 20.000 ekor babi mati karena terserang virus ASF di seluruh Lembata. Dia mengakui langkah IB ini merupakan sebuah kabar gembira bagi masyarakat terhadap pilihan beroperasinya kembali IB ternak babi sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi para peternak babi di tengah pandemi Covid-19.

Upaya ini juga dilakukan demi peningkatan populasi babi akibat virus ASF. Dengan skema, 1 ekor babi pejantan bisa dilakukan pengambilan sperma sebanyak dua kali/seminggu. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melaporkan, virus Flu Babi Africa atau African Swine Fever (ASF) yang belakangan melanda negeri ini telah memusnahkan sekitar 20.000 ekor babi di Lembata. Dampaknya membuat para peternak babi dirundung kegelisaan. Kematian babi-babi para peternak sangat mengguncangkan ekonomi di daerah ini karena pakan lokal tidak laku terjual seperti ubian jagung dan lainnya.

Karena itu, melalui bidang peternakan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kembali melaksanakan program inseminasi buatan (kawin suntik) bagi ternak babi betina. Kadis Tuaq pada Selasa (31/08/21) menyebutkan, permintaan ternak babi di pasaran cenderung meningkat sementara pasokan atau populasi ternak babi mengalami penurunan yang sangat drastis pascavirus ASF.

Karena itu, menurut dia, pilihan alternatif adalah melaksanakan program IB sebagai upaya peningkatan populasi ternak babi. Upaya ini wajib dilakukan pihak dinas pertanian dan ketahanan pangan.

“Pilihan ini juga menjadi roh dan kekuatan baru untuk pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19 terutama bagi para peternak babi. Kegiatan inseminasi buatan (kawin suntik) ternak babi ini berjalan sejak hari senin kemarin,”ujarnya.

Kegiatan ini sempat tertunda sejak November 2020 akibat virus demam Afrika (ASF). Sekarang pihaknya baru kembali melakukan kegiatan IB untuk melayani ternak babi betina milik warga. Dan kegiatan kawin suntik ini dilakukan secara gratis.

Ia mengatakan, di tengah situasi pandemi saat, pihaknya membebaskan biaya kawin suntik atau gratis, namun pengganti transportasi bagi petugas.

“Kalau dalam kota Rp.100.000,- tapi sampai bunting. Kalau ada peternak babi hubungi petugas sampaikan babinya birahi, maka petugas kami akan turun suntik (IB). setelah itu akan dilakukan pemeriksaan setelah 21 hari kedepan. Jika babi tidak birahi lagi berarti sudah bunting. Saat itu bisa dilakukan pembayaran ( transportasi petugas inseminator). Jika gagal maka akan dilakukan suntikan lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, menurut Kanis untuk kegiatan kawin suntik dikenakan tarif Rp.300.000- Rp.350.000,- Namun akibat pandemi Covid harga ini dinilai terlalu mahal.

“Saya minta warga yang mendengar informasi ini dan memiliki ternak babi betina, agar selalu dipantau waktu birahinya sehingga bisa dilakukan kawin suntik. Silahkan menghubungi petugas Keswan di setiap Kecamatan,” imbaunya.*(fmc)

Share :

Baca Juga

Ekonomi Bisnis

BPOLBF Perkuat Akselerasi Sertifikasi CHSE dan Vaksinasi Covid-19

Ekonomi Bisnis

Geliat Pembangunan Infrastruktur di Kota Wisata Premium Labuan Bajo

Ekonomi Bisnis

Bank NTT Beri Kredit Tanpa Bunga

Ekonomi Bisnis

Pariwisata Labuan Bajo dalam Tahap Pemulihan

Ekonomi Bisnis

Pemda Mabar dan Dirjen EBTKE Tandatangani MoU Proyek Geothermal

Ekonomi Bisnis

Empat Sektor Pembangunan Pertanian di Matim
Menparekraf Sandiaga Uno.(foto: Humas BPOLBF)

Ekonomi Bisnis

Kemenparekraf Pastikan Pengembangan DSP Sesuai Prinsip Pariwisata Berkelanjutan

Ekonomi Bisnis

KLHK Gelar Sosialisasi Forest Programme V dan Forestry Support