Kisah Dua Balita Terbakar Api dan Nurani Bripka Andi Darma - FloresMerdeka

Home / Bumi Manusia / Feature

Jumat, 2 Oktober 2020 - 00:31 WIB

Kisah Dua Balita Terbakar Api dan Nurani Bripka Andi Darma

Bripka Andi Darma Elim Sallata saat berada di rumah sakit bersama salah satu balita yang terbakar api. (Foto: Ist)

Bripka Andi Darma Elim Sallata saat berada di rumah sakit bersama salah satu balita yang terbakar api. (Foto: Ist)

LABUAN BAJO, FLORESMERDEKA.COM – Putri (4 ) dan Neira (2), dua balita asal Kampung Kakor, Desa Golo Keli, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kedua bocah tersebut kini sedang berbaring lemah di RSUD dr.Ben Mboi, Ruteng akibat menderita luka bakar di sekujur tubuhnya.

Tersiar kabar memilukan, orang tua kedua balita itu terpaksa meminta manajemen RSUD Ruteng agar kedua anaknya dirawat di rumah hanya karena alasan tidak mampu membayar biaya perawatan anaknya. Pasalnya, orang tua dan kedua anaknya tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Atas permintaan itu, kedua anaknya yang belum sembuh terpaksa keluar dari ruang perawatan RSUD Ruteng dan dirawat di rumah keluarga mereka di Nekang, Keluarahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Saat dirawat di rumah, kondisi kedua anaknya justru kian memburuk. Bahkan luka bakar sekujur tubuh kedua bocah itu mengeluarkan aroma yang kurang sedap.

Beruntung, di tengah kondisi kedua balita yang sangat memprihatinkan itu, pertolongan datang melalui seorang polisi dari Polres Manggarai. Adalah Bripka Andi Darma Elim Sallata yang sehari-hari bertugas sebagai Babinkamtibmas di Nekang, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong.

Berkat bantuan Bripka Andi Darma dan Biarawati di Susteran Nekang, kedua balita tersebut kembali mendapat perawatan medis. Kini, kedua balita itu sedang diobservasi di ruang IGD RSUD Ruteng.

Kedua balita itu sangat membutuhkan biaya agar bisa dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

Kepada Floresmerdeka.com melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2020) malam, Bripka Andi Darma mengisahkan peristiwa naas yang menimpa kedua balita itu.

“Tadi pagi, saya dapat info dari masyarakat lewat WA. Tanya baju-baju bekas ke saya. Saya tanya, untuk apa? Akhirnya mereka kirim foto korban ke saya. Mereka ceritakan ke saya bahwa kedua balita itu menderita luka bakar. Mereka keluar dari rumah sakit karena tidak mampu bayar biaya rumah sakit,” kisahnya.

Ia kemudian mengecek keberadaan kedua balita itu. Saat itu mereka nginap di salah satu anggota keluarganya di Kampung Nekang, Kecamatan Langke Rembong.

“Kebetulan saya tugas sebagai Babin di Nekang, Keluarahan Watu. Saya cek. Ternyata mereka sedang dirawat sementara di Susteran di Nekang. Saya tanya orang tuanya. Ternyata kejadian yang menimpa kedua anak itu terjadi dua minggu lalu,” ujarnya.

Bripka Andi menjelaskan, menurut cerita orang tua, peristiwa naas itu terjadi dua minggu lalu sekitar pukul 19.00 wita malam. Saat itu ayah kedua balita tersebut memasang lampu pelita. Sebaba di kampung halaman mereka belum dialiri listrik. Sayangnya, lampu pelita yang disimpan di atas meja dekat kedua anak itu tiba-tiba meledak.

Akibat ledakan itu, lanjut Bripka Andi, sekujur tubuh Putri  terbakar api dan adiknya Neira terbakar di bagian wajah dan kepala.

Orang tua korban bergegas membawa kedua anak balita tersebut ke Puskesmas terdekat guna mendapat perawatan medis. Namun pihak Puskesmas merujuk kedua korban ke RSUD dr.Ben Mboi, Ruteng.

Kedua bocah itu kemudian dirawat selama satu minggu di RSUD Ruteng. Orang tua korban sempat meminta rawat di rumah dengan alasan tidak mampu membayar biaya pengobatan rumah sakit sebesar Rp 2 juta lebih selama seminggu. Pasalnya kedua balita tidak memiliki kartu BPJS.

“Sehingga dengan terpaksa orang tua merawat kedua anaknya di rumah keluarga mereka di kampung Nekang,” kata Bripka Andi.

“Terus terang, secara kemanusiaan, saya sangat prihatin melihat kondisi kedua balita itu.

Bripka Andi Darma Elim Sallata

Bripka Andi melanjutkan saat dirawat di Nekang , kondisi kedua balita tersebut semakin parah. Mengetahui hal itu, pihak Susteran di Nekang berinisiatif membantu perawatan kedua balita itu.

Mereka beralasan tidak bisa lanjut berobat ke rumah sakit lantaran tidak memiliki biaya dan korban tidak memiliki kartu BPJS.

“Saya kemudian mengecek keberadaan kedua anak itu di Susteran di Nekang. Kondisi Putri (4) terlihat sangat parah dengan luka bakar mulai dari kepala sampai kaki. Demikian pula kondisi adiknya, Neira (2) hampir sama,” ujar Bripka Andi.

Melihat kondisi kedua balita tersebut, Bripka Andi bersama beberapa Biarawati di Susteran Nekang bersepakat membawa kedua balita itu ke RSUD Ben Mboi Ruteng untuk mendapat perawatan medis.

“Terus terang, secara kemanusiaan, saya sangat prihatin melihat kondisi kedua balita itu. Saya bilang kepada orang tuanya untuk urusan biaya pengobatan jangan dipikirkan. Saya usahakan biaya bersama teman-teman saya. Yang paling penting selamatkan kedua anak ini. Bawah mereka ke Rumah Sakit,” ujarnya.

“Apalagi kondisi kedua anak itu sangat lemah dan lukanya mulai berbau. Akhirnya tadi kami bawah kedua balita itu ke RSUD Ruteng. Sekarang sedang diobservasi di ruang IGD RSUD Ruteng,” tambah Bripka Andi.

Bagi yang ingin membantu kedua balita tersebut, Bripka Andi membukà kontak person untuk mendapat donasi melalui rekening Bank BNI 0695215743 a.n. Andi Darma Elim Sallata.

“Untuk sementara bisa menghubungi saya dengan saya, Bhabinkamtibmas Keluarahan Watu dan untuk nomor rekening tersebut”, ujar Bripka Andi. *(pks)

Share :

Baca Juga

Bumi Manusia

Mengintip Larantuka, Kota Renya yang Memukau

Bumi Manusia

Bertualang di Kampung Nelayan Desa Wisata Papagarang

Bumi Manusia

Tanah Longsor Tutup Lahan Sawah Warga Mokel Morid

Bumi Manusia

Litani Persoalan Penyerahan Tanah Tanjung Bendera

Bumi Manusia

Prahara Kampung Kewa Kaba Manggarai Timur
Pantai Leworahang (Foto Vinsen Patno Floresmerdeka.com)

Bumi Manusia

Menikmati Pesona Pantai dan Air Panas Leworahang

Bumi Manusia

Presiden Jokowi, BPO dan Pariwisata NTT (bagian-1)

Bumi Manusia

Pesona Wisata di Bibir Selatan Nanga Rawa (1)