Petugas PKH Intimidasi Warga Pilih Paket Tertentu - FloresMerdeka

Home / Mimbar Demokrasi

Selasa, 8 Desember 2020 - 14:57 WIB

Petugas PKH Intimidasi Warga Pilih Paket Tertentu

Simeon Sofian, S.Fil sedang memberi keterangan pers. foto/ist

Simeon Sofian, S.Fil sedang memberi keterangan pers. foto/ist

LABUAN BAJO, FLORESMERDEKA.COM- Warga masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Cecer, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten  Manggarai Barat (Mabar), mengaku mendapat intimidasi dari  seorang oknum pendamping PKH.

Oknum pendamping PKH berinisial J itu dikabarkan mengintimidasi warga yang adalah para peserta penerima Program PKH. Warga diminta agar memilih pasangan calon (Paslon) tertentu pada Pilkada Mabar 2020.

Informasi yang dihimpun Floresmerdeka.com, dari sejumlah warga di Kampung Cecer, Minggu  (6/12/2020) mengungkapkan, petugas PKH berinisial J datang ke Kampung Cecer pada hari Jumad ( 4/12/2020) pekan lalu. Para peserta penerima program PKH diundang untuk rapat bersama terkait program PKH. Para peserta berkumpul di sebuah rumah milik warga. 

Sebelum pertemuan digelar,  oknum  pendamping PKH tersebut meminta warga agar mengumpulkan semua handphone (HP) milik mereka.

Awalnya, warga mengaku kaget dan keberatan atas permintaan oknum petugas PKH tersebut. Namun oknum tersebut beralasan bahwa pembicaraan mereka tidak boleh direkam apalagi diekspos ke pihak luar.

Setelah semua HP dikumpulkan, oknum tersebut menjelaskan tujuan rapat yang intinya meminta peserta PKH agar memilih paket MISI.  Oknum tersebut bahkan menyatakan bahwa jika tidak memilih paket MISI maka  warga tidak menerima program PKH atau program itu bakal dihentikan.

Oknum itu bahkan mengatakan, jatah bantuan program untuk bulan ini belum bisa dibagikan hingga menunggu sampai selesai Pilkada. Selain itu, oknum tersebut juga sempat merekrut dua orang penerima PKH yang baru.

Warga mengaku merasa kesal dengan sikap dan perilaku oknum petugas tersebut namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

 ” Kami tidak bisa buat apa’-apa. Kami mau rekam sebagai dokumen tapi semua HP kami sudah disita dan dikumpulkan,”ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Kabupate Manggarai Barat, Simeon Sofian, S.Fil. yang dikonfirmasi via WA, Selasa malam,(8/12/2020) mengaku, pihaknya sudah terjunkan petugas Panwas ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan intimidasi tersebut.

Namun ia mengaku hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan lengkap dari petugas di lapangan. (FMC)

Share :

Baca Juga

Demokrasi Mabar

Siap Mendaftar, Paket AG Enggan Kerahkan Massa Besar-besaran

Mimbar Demokrasi

Paslon Janji Tidak Lakukan Politik Uang
Adrianus Garu: Rakyat Adalah Saudara dan Sahabat

Demokrasi Mabar

Adrianus Garu: Rakyat Adalah Saudara dan Sahabat
Pantas Rizky

Demokrasi Mabar

Ribuan Warga Hadiri Deklarasi Paket Pantas-Risky

Demokrasi Mabar

Keanehan di Mabar Dukung Program Pemerintah dengan Demonstrasi

Demokrasi Mabar

Pemerintahan yang ‘Bebas dari Tekanan’, Mungkinkah?
Tokoh Gokar Mabar, Mateus Hamsi dikediamanya, Jumad (9/10/2020)

Demokrasi Mabar

Tokoh Golkar Mabar Dukung Pantas-Riski
Maria Geong

Demokrasi Mabar

Maria Geong Puji KPU Mabar