Lukas Raja: Jangan Jadikan Covid-19 Sebagai Proyek | FloresMerdeka

Home / Mimbar Demokrasi

Sabtu, 10 Juli 2021 - 05:55 WIB

Lukas Raja: Jangan Jadikan Covid-19 Sebagai Proyek

Benediktus Lukas Raja

Benediktus Lukas Raja

MAUMERE, FLORESMERDEKA.COM– Maraknya kondisi covid 19 di Kabupaten Sikka cukup tinggi. Namun dalam situasi gawat ini muncul kecurigaan dari banyak pihak. Benediktus Lukas Raja yang biasa disapa Diki Raja anggota DPR Kabupaten Sikka dariĀ  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan para tenaga kesehatan (Nakes) jangan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai proyek.

Hosting Unlimited Indonesia

Pernyataan disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) antara anggota DPRD Sikka dan Satgas Covid-19 yang berlangsung secara virtual dan offline, Jumat (9/7).

“Pak Bupati dan Pak Sekda, tolong evaluasi para dokter. Kita setuju perhatikan mereka. Dokter dan para tenaga medis adalah garda terdepan. Tetapi jangan jadikan pandemi Covid-19 ini sebagai proyek,” tegasnya.

Iklan Kementerian Agama

Ia juga meminta agar memeriksa seluruh laboratorium yang ada di Kabupaten Sikka, jangan sampai alat rapid testnya hanya mengcovidkan orang. “Periksa itu yang memiliki laboratorium. Jangan sampai alat ini untuk covidkan orang. Ini, saya harus katakan untuk melindungi rakyat,” pesan mantan aktivis GMNI tersebut.

Asumsinya, bahwa kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka yang terus meningkat. Disebabkan penanganan dari tim medis yang tidak maksimal, sehingga terjadi peningkatan kasus covid ini. Bahkan, Diki Raja menyebutkan kasus kematian yang terjadi di Kabupaten Sikka, tidak semuanya akibat Covid-19 melainkan ada penyakit bawaan didalam dirinya. Sehingga kasusus covid ini hanya sebatas proyek belaka. “Jangan sampai pandemi Covid-19 ini proyek. Bisnis rapid test, bisnis APD dan bisnis obat-obatan. Jangan sampai Pa Ketua, catat apa yang saya sampaikan,

pandemi ini dijadikan proyek untuk menghabiskan uang rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan jangan sampai semua tenaga kesehatan lebih agresif mengurusi pasien covid karena intensifnya cukup besar.

“Para tenaga medis semua ini hanya urus pasien Covid-19 karena insentifnya besar pak ketua DPRD Sikka. Kalau penyakit lainnya seperti jantung, hati, ginjal,usus buntu dan lainnya insentif kecil sehingga para tenaga kesehatan tidak fokus urusin itu,” tegasnya.(cho)

Share :

Baca Juga

Demokrasi Mabar

Ketika ‘Jabatan Ketua DPC PKB Mabar’ Dicopot

Mimbar Demokrasi

Kisruh Bupati Terpilih Warga AS, Kemendagri Angkat Bicara

Demokrasi Mabar

Paslon Edi-Weng: Mabar Bangkit Menuju Mabar Mantap
Polres Mabar Telisik Penyebab Kebakaran

Ham dan Lingkungan Hidup

Polres Mabar Telisik Penyebab Kebakaran

Demokrasi Mabar

Ketika Harga ‘Satu Kursi’ Semakin Mahal

Demokrasi Mabar

Gempur Desa Terpencil, Duta “Misi” Dibekali 30 Unit Sepeda Motor

Demokrasi Mabar

Keanehan di Mabar Dukung Program Pemerintah dengan Demonstrasi

Demokrasi Mabar

Hubungan Politik yang Terputus