Pahami Program Pembangunan di NTT - FloresMerdeka

Home / Dinamika Daerah

Rabu, 27 April 2022 - 23:22 WIB

Pahami Program Pembangunan di NTT

Sekda Benediktus Polo Maing saat rapat bersama pimpinan perangkat daerah.(Foto:Humas Pemprop NTT)

Sekda Benediktus Polo Maing saat rapat bersama pimpinan perangkat daerah.(Foto:Humas Pemprop NTT)

KUPANG, FLORESMERDEKA.com- Para pimpinan perangkat daerah perlu meningkatkan pemahaman tentang geliat pembangunan yang tengah dilakukan oleh pemerintah Provinsi NTT. Selai  itu, sebagai pimpinan perangkat daerah juga harus punya upaya untuk menyiapkan kader-kader pangganti. Artinya, regenerasi kepemimpinan harus berjalan dengan baik sehingga saat pensiun sudah tersedia kader pengganti di masing-masing perangkat daerah.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Benediktus Polo Maing mewakili Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat saat memimpin rapat bersama seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkup pemerintah Provinsi NTT, yang digelar di ruang rapat gubernur, Gedung Sasando, Lantai II Kantor Gubernur NTT, Rabu (27/4/2022).

Dia mengatakan, terkait penyiapan kader ini telah menjadi perbincangan serius, manakala terjadi diskusi menyangkut masalah kepegawaian. Karena itu, perlu menciptakan dan mendorong serta memberi peluang-peluang untuk para pejabat administrator agar bisa mengembangkan diri secara optimal. 

“Kita merupakan tim kerja dalam membangun daerah ini. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, tetapi harus ada kerjasama. Sinergitas harus dibangun diantara kita dalam melaksanakan berbagai program kegiatan pemerintah,”ujarnya.

Ia mengajak seluruh jajaran pimpinan perangkat daerah agar memahami program-program prioritas pembangunan pada instansi yang lain. Pasalnya, guberur dan wakil gubernur di mana-mana omong tentang kerja keras, menyukseskan TJPS, tentang pengembangan tujuh destinasi pariwisata, tentang budi daya kerapu, tentang pengembangan peternakan dan berbagai program lainnya.

“Namun jika kemajuan dari program, kita sendiri sebagai eselon II tidak tahu, sampai pada level eselon tiga juga tidak tahu. Nah, ini celaka benar, kalau hal ini sampai terjadi. Ini tidak boleh terjadi. Minimal pada level eselon tiga harus paham benar soal hal-hal besar ini,” tegas mantan Kadis Kehutanan Provinsi NTT.

Dia berharap, masing-masing pimpinan perangkat daerah bisa menguasai bidang tugasnya secara komprehensif dan substantif.  Setiap pejabat harus bisa memahami tentang apa yang sedang dikerjakan, sehingga saat ia bekerja, ia mengerti benar tentang manfaat dari apa yang dikerjakan. 

“Jangan sampai kita bekerja di sektor kita, tapi sesungguhnya yang sementara kita kerjakan sedang melemahkan apa yang dikerjakan di sektor lainnya. Hal yang paling konkrit, yang bisa saja berbenturan adalah di bidang pembangunan lingkungan dan infrastruktur,”ujarnya.

Ia memberi contoh, Dinas PUPR membangun jalan tapi tidak terlalu mengerti dengan persoalan lingkungan. Ketika masuk pada area-area seperti ini tentu harus mengerti. Rencana bangun jalan melewati kawasan hutan atau lewat daerah ini, apakah bisa berdampak pada lingkungan.

“Kita harus bisa mengindentifikasi dampak pembangunan jalan itu terhadap lingkungan  seperti apa.  Ini berarti Dinas PUPR harus berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,”dia menjelaskan.

Dia berharap, hubungan pekerjaan pembangunan antar semua sektor harus berlangsung dengan baik. Karena itu, apa yang dibuat harus memperkuat pembangunan di berbagai sektor lainnya. Ia menyebutkan, gubernur sering turun langsung ke lapangan, sebenarnya gubernur ingin memahami semua apa yang sedang dikerjakan secara komprehensif. Dengan demikian, ketika membuat kebijakan atau memberi arahan tentang apa yang perlu dilakukan dapat dipahami secara benar.

Ia mengajak para pimpinan pada setiap level agar dapat meniru apa yang telah dilakukan oleh Gubernur NTT. Sekda Polo Maing juga berharap agar para pimpinan perangkat daerah dapat memanfaatkan waktu liburan untuk melihat dari dekat geliat dan perkembangan pembangunan di NTT serta membuat analisa dalam bentuk tulisan sebagai bahan masukan untuk dievaluasi demi perbaikan yang konstruktif.

Pada bagian lain ia meminta papa pimpinan daerah agar berkreasi dengan membuat beberapa topik tulisan yang memuat hasil pencermatan terhadap hasil monitoring dan kajian dari teman-teman eselon III. Perlu cermati fakta lapangan dengan berbagai kendala. Kenapa belum tercapai tujuan pengembangannya. Hal ini perlu diidentifikasi dan dilaporkan secara tertulis. Ia mengatakan, bahwa kita diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan untuk mengenal persoalan dan memahami apa yang sedang dilakukan serta memberi masukan dan saran-saran konstruktif untuk perbaikan kedepan.

Hadir pada kesempatan tersebut adalah Asisten I Bidang Pemerintahan Bernadetha Usboko, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ganef Wurgianto, Asisten III Bidang Administrasi Umum Semuel Halundaka, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Perekonomian dan Pembangunan Jelamu Ardu Marius berserta 39 pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah Provinsi NTT.*

Editor :Kornelis Rahalaka

Share :

Baca Juga

Uskup Maumere dalam upacara penahbisan para Diakon.(foto: Chois Bhaga)

Dinamika Daerah

Uskup Maumere Thabis 17 Fratres Ritapiret Menjadi Diakon

Dinamika Daerah

484 CPNS di Manggarai Diminta Karantina
Badai Siklon Tropis Terjang Sabu Raijua, Banyak Fasilitas Rusak Parah

Dinamika Daerah

Badai Siklon Tropis Terjang Sabu Raijua, Banyak Fasilitas Rusak Parah

Dinamika Daerah

BNPB Bantu Rp 1 M untuk Pengungsi Letusan Gunung

Dinamika Daerah

Bupati Lembata Minta Dana Pinjaman Harus Diawasi
Kadis Kesehatan Manggarai Barat

Dinamika Daerah

Dinkes Mabar: Taati Protokol Kesehatan Selama Pilkada
Sidang pembacaan vonis hakim terhadap tujuh terdakwah di Pengadilan Tipidkor Kupang.(Foto:Ist)

Dinamika Daerah

Tujuh Terdakwah Kasus Kerangan Divonis Bervariasi

Demokrasi Mabar

Hutan Lok Pahar Terancam Punah