Kasus Jembatan Lowo Ngema, Jaksa Periksa Puluhan Saksi - FloresMerdeka

Home / HUKUM dan HAM

Selasa, 31 Agustus 2021 - 13:01 WIB

Kasus Jembatan Lowo Ngema, Jaksa Periksa Puluhan Saksi

Jaksa Muhamad Fahri

Jaksa Muhamad Fahri

ENDE, FLORESMERDEKA.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende telah memeriksa puluhan saksi dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan jembatan Lowo Ngema, di Desa Woloau, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Ende, Muhamad Fahri, Selasa (31/8/2021) menjelakan, puluhan saksi sudah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Termasuk aparat desa maupun pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini. Selain memeriksa puluhan saksi, pihak kejaksaan juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen yang terkait dengan proses pengerjaan jembatan tersebut.

Ia menyebut banyak pihak sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan selain suplayer yangbelum memenuhi panggilan meski sudah melayangkan surat panggilan.

“Kami sudah melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali, namun belum datang. Dalam waktu dekat kami akan melayangkan surat panggilan ketiga,” ucap Fahri.

Berbagai pemeriksaan telah dilakukan oleh penyidik Kejari Ende, termasuk turun langsung di lapangan, mengambil sampel beton dan dibawa oleh ahli untuk pengujian mutu beton.

Ia mengaku, piha Kejari Ende belum menetapkan status tersangka kepada para saksi yang sudah diperiksa karena masih menunggu tim ahli yang bertugas untuk menghitung kerugiaan negara. Pihak kejaksaan sedang berkoordinasi dengan inspektorat terkait audit perhitungan kerugian negara atas proyek ini.

Dia menjelaskan, proses audit penting dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak ada kerugian negara dalam kasus tersebut. Karena meskipun ada perbuatan melawan hukum, tapi jika tidak ada kerugian negara, maka tidak bisa ditetapkan seseorang sebagai tersangka.

Ia menambahkan, ketentuan UU tindak pidana korupsi, pasal 2 dan 3 sudah berubah yakni dari delik formil ke delik materil. Artinya, sebuah kasus dugaan korupsi harus ada akibat dari perbuatan tersebut seperti ada unsur kerugian negara. *(fmc)

Share :

Baca Juga

HUKUM dan HAM

Mengganggu Kamtibmas, Polres Mabar Tangkap 21 Orang

HUKUM dan HAM

Rikardo Jundawan : “Saya Siap Dihukum Mati”

HUKUM dan HAM

Polres Manggarai Bekuk Pencuri Sepeda Motor

HUKUM dan HAM

Viral, Video Pengeroyokan Petugas Bina Marga Mabar

HUKUM dan HAM

Penetapan Tersangka Kasus Golo Mori Prematur

HUKUM dan HAM

Gusti Dula Dihukum Sembilan Tahun Penjara

HUKUM dan HAM

Polda NTT : Selidiki Kembali Kasus Kematian Agus Tolok

HUKUM dan HAM

Tim Jatanras Polres Mabar Bekuk Pencuri Sapi